=> Rasa yang Aneh <=
Awalnya pikiranku memberontak
Enggan untuk menyukaimu
Apalagi memberikan pelayanan dan
pengabdian
Kau
muncul dengan hal-hal yang aneh
Kupandang..
Kuamati..
Kurasakan
dirimu..
Sosokmu
tak ada yang mempesona
Bahkan sempat tersirat kata
"freak" saat lahirnya dirimu di dalam pikiranku
"Apa yang istimewa darimu? Apakah
aku berminat menjadi bunga di dalam hatimu?"
"And well, I think not"
Aku
tidak tahu saat itu
Karena
aku tak peduli
Disaat
malam yang seharusnya menjadi tak terlupakan,telah menjadi sebuah bencana dan
berputar 360 derajat
"Dan
apakah itu disebabkan olehku? oh yang benar saja?"
Kau
menemuiku dengan salah seorang teman sepermainanmu
Kau
menjabat kedua tanganku dengan penuh hasrat
Bagaikan
sangkakala sudah dibunyikan
Ketika
kau tanpa canggung membelaiku
Memelukku
Bahkan
ingin menciumku
Sungguh
tak terima bah berjuta-juta amarah berhamburan di dalam tubuhku
Kita
memang sudah saling mengenal, bisa dibilang cukup lama
Tetapi,
itu di dunia maya
"Facebook"
Yang
menyatukan awal pertemuan dan rasa yang aneh di dalam ragaku sampai detik ini
Aku tahu kau mencintaiku
Dan aku juga untuk saat sekarang
Kau
beriringan dengan awan mendung pada malam itu
Menjauh
perlahan bersama temanmu itu
Aku
rasa hati dan nafsumu lebur bersama rasa kecewamu
Wanita
mana yang mau bersandar dengan suka rela denganmu
Karena
saat itu awal pertama kali kita bertemu
Aku tahu kau mencintaiku
Dan aku tidak untuk awal pertama bertemu
Aku tahu kau masih mencintaiku
Dan aku juga untuk saat sekarang
Dengan menarinya waktu dengan
lenggok-lenggok keunikkannya
hm,,
pertemuan kedua
Kita
habiskan bertiga
Aku
Kamu
Dan
teman sepermainanmu yang sekarang aku panggil "Kakak"
Menunggu munculnya diriku saat matahari
masih tersenyum
Di bawah pohon dengan motor lucu hasil
jerih payah meminjammu
Senyummu menemani langkah kakiku yang
semakin mendekat
Betapa malunya aku
Sampai aku merasa berapa luas samudera
lagi yang harus aku tempuh untuk duduk di motor
Terlontar tanda tanya besar setiap kali
motor melaju untuk memenuhi tujuannya dan untuk menggrogoti waktu
Ternyata sebuah tempat umum yang ramai
Tujuan kita berdua terlaksana
Kau
teman bagiku
Tetapi
tidak bagimu
Untuk
kesekian kalinya Panah-panah cintamu harus melukaiku
Tetapi
Kenapa
aku berhasil terluka
Apa
yang salah pada diriku
Kemana
sosokku yang memandang lemah dirimu seolah-olah terlalu dalam terkubur
Tatapanmu
Sentuhan kedua tanganmu
Dan cakra-cakra tersebut telah
menghipnotisku
Bagai dunia ini hanya ada kita berdua
Acuhkan orang-orang yang bisa dibilang
tidak sedikit sedang menganggap kita suatu pertunjukan telah kita abaikan
Kenapa
tidak langsung saja aku menerima
Why
not?
Kau
tangguh
Dan
aku berhasil jatuh cinta padamu
Tidak sederhana
Karena kau palyboy
Dan tidak sama sepertiku
Wanita
bodoh juga tahu
Kebusukanmu
di dunia maya
Yang kusadari saat ini aku jatuh cinta
Kau harus berubah !
Berubah !
Dan berubah !
Tetapi itu sulit
Tidak mudah bagimu dan tidak berjalan
mulus bagiku
Setiap
malam kuawali dengan tangisan
Aku
mencintaimu
Aku
sangat mencintaimu
Kurindukan
sosokmu seperti yang aku harapkan
Tetapi
diamana? kemana? kapan?
Bagaikan diriku terlahir kembar
Tetapi berbeda hati
Kutinggalakan dirimu begitu saja
Kubunuh dirimu yang ada di dalam hatiku
Aku Tangguh
Karena bisa musnahkan cinta karena
kesabaran yang menurutku aku tercipta bukan untuk sabar
Bukan untuk menunggu
Menanti berubahnya segalanya dalam dirimu
Setialah !
Cintai aku dengan tulus !
Akulah satu-satunya !
Bagai
tiupan sangkakala yang kedua
Yaitu
bangkitnya kembali orang-orang yang telah mati
Kau
muncul dengan tiba-tiba
Entah
untuk apa? untuk siapa? dan apa?
Yang
aku punya saat itu "cinta"
Setiap
kata-kata pepatah terjamin 100% mujur
Semakin
kita tenggelam untuh membunuhnya
Dia
akan semakin hidup dan nyata di benak kita
Oh,
betapa bahagianya diriku
Bagaikan
berhasil menggapai cita-cita
Seperti kembali ke awal
Dimulai dari nol
Melalui faceook kita berpelukkan
Rinduku terbalas
Karena sempat aku unfriend dari
facebookku
Kini kau menghiasi permintaan temanku
Butuh beberapa hari untuk aku menerimanya
Dan toh, Aku mencintaimu
Aku mau lebih dari sekedar menjadi teman
di facebook
Ya
tuhan, Cobaan apa lagi ini?
Dia
berstatus pacaran di facebook
Dia
belum berubah
Aku
mengasihani diriku sendiri
Dan
wanita itu
Wanita
yang berstatus pacaran dengannya di facebook
Ridho
itu akunnya lebih dari satu
Lebih
dari orang-orang normal lainnya
Wanita
itu tertipu
Wanita
itu sudah terjebak
Tetapi mana kekuatanku
Aku sudah tidak mau berurusan dengan
cintaku
Enyah saja kau cinta !
Cukup
banyak SMSmu mengotori handponeku
Kau
kotori dengan rayuan-rayuan mautmu
Haha,,
bahkan aku punya julukan khusus untuk itu
Yaitu
Rayuan Maut Playboy
Untuk kesekian kali pertemuan kita
Menjelang malam sepulang dari sekolah
Entah jalanan memang ada satu dan
satu-satunya di dunia
Atau memang tuhan sengaja mempertemukan
kita? tetapi untuk apa tuhan?
Toh, akhirnya hanya rayuan maut playboy
yang ditimpakan kepadaku secara bertubi-tubi
Tidak
dapat kupingkiri
Kau
adalah penciptaku yang super hebat
Super
Baik
Dan
super istimewa
Kau
adalah tuhan yang mempertumakanku kembali
Aku bahagia telah berjumpa dengannya
Tak ingin saat itu waktu terbunuh dengan
cepat
Di sepanjang jalan bersamanya senyum ini
tak mau lepas dari wajahku
Betapa senangnya aku
Berjalan berdua dengan cintaku
Aku jadi teringat kata-katamu
Kau menangis dan menceritakan hidupmu
Saat itulah kau berbalik tidak
mempercayaiku
Rasanya seperti melaksanakan ujian
matematika dengan soal sebanyak 96 buah menerjangku
Aku menerima kamu apa adanya
Karena aku mencitaimu
Kau kira, hanya karena saat itu kau tidak
punya uang
Dan aku sedang membutuhkan pertolongan
Aku akan membunuhmu lagi
Tidak !
Aku mencitaimu, Ridho
Dan
aku masih ingat
Saat
malam minggu jam 12 malam kau menemuiku
Bagaimana
bisa aku melupakannya?
Aku
rasa kau juga tidak akan melupakannya
Tetapi saat ini kau terlihat seperti saat
pertama kali kita berjumpa
Setiap hari tak lepas bayang-bayangmu di
dalam hatiku
Apakah kau masih mencintaiku?
Aku masih mencintaimu
Dear
Vivi Merida

Tidak ada komentar:
Posting Komentar